Temanggung – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Temanggung merilis Mapping TKK (Tanggap Kebakaran dan Kedaruratan) Tahun 2025 sebagai bentuk evaluasi dan penguatan sistem penanggulangan kebakaran di wilayah Kabupaten Temanggung.
Berdasarkan data yang dihimpun sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 92 kejadian kebakaran yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Temanggung. Peta pemetaan ini menampilkan sebaran lokasi kejadian kebakaran serta pola mobilisasi personel dan armada dari Mako Damkar Temanggung, WMK Damkar Candiroto, dan WMK Damkar Pringsurat menuju titik-titik kejadian.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Temanggung menjelaskan bahwa pemetaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan kebakaran di setiap wilayah sekaligus mengevaluasi kecepatan dan efektivitas respon pemadam kebakaran. Dari hasil pemetaan terlihat bahwa beberapa kecamatan dengan kepadatan aktivitas dan permukiman memiliki intensitas kejadian kebakaran yang lebih tinggi, sehingga membutuhkan perhatian dan kesiapsiagaan ekstra.
“Mapping TKK ini menjadi dasar perencanaan strategi penanggulangan kebakaran ke depan, mulai dari penguatan sarana prasarana, penempatan personel, hingga edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain sebagai bahan evaluasi internal, peta ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan, khususnya dalam upaya peningkatan perlindungan keselamatan masyarakat dari risiko kebakaran.
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
SATPOL PP DAMKAR